Tidak ada yang tahu pasti asal-usul nama daerah di Kalimantan Timur ini. Menurut buku karya F Valenijn yang terbit tahun 1724, nama
berasal dari nama desa yang berada di sebuah teluk berjarak sekitar tiga mil dari pantai. Desa tersebut bernama Bilipapan.
Versi kedua tentang asal-usul nama Balikpapan berasal dari legenda masyarakat Suku Pasir Balik (Pasir Kuleng) yang diceritakan secara turun-menurun. Anggota suku yang bermukim di sepanjang Teluk Balikpapan dipercaya masih keturunan Kayun Kuleng dan Papan Ayun. Generasi selanjutnya kemudian menamakan daerah tempat tinggal atau kampung nelayan tersebut Kuleng-Papan, atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Balik-papan.
Terlepas dari versi mana yang paling benar, Balikpapan merupakan salah satu kota berkembang di kawasan Indonesia Tengah. Kota Balikpapan memiliki luas area 503.306 kilometer persegi dengan penduduk kurang lebih 470.000 jiwa. Dari populasi dan luas wilayahnya, Balikpapan berada di urutan ke dua kota terbesar se-Kalimantan Timur, setelah Samarinda.
Beberapa perusahaan minyak asing dan multinasional memiliki perwakilan di kota ini. Bahkan, Pertamina memiliki kilang minyak sendiri di Balikpapan. Tak heran jika kota ini dijuluki sebagai kota minyak. Balikpapan juga dinobatkan sebagai kota terbersih di Indonesia dan meraih penghargaan Adipura-Kencana, Wahana Tata Nugraha Kencana, dan Bangun Praja.
Pemerintah daerah mendukung dengan menyediakan sarana wisata, akomodasi, transportasi, hiburan, olahraga, dan fasilitas pelengkap lainnya guna memaksimalkan potensi Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition).
Sekitar 85% wilayah Balikpapan adalah perbukitan, sisanya merupakan dataran rendah. Iklim Balikpapan cenderung hangat dengan musim hujan berlangsung antara Oktober dan Maret, walau terkadang mulai dan selesai lebih awal. Suhu udara berkisar antara 25°C dan 35°C.