Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur. Areanya mencakup kawasan seluas 5.782,50 km2. Secara geografis, Banyuwangi terdiri dari daerah dataran rendah dan pegunungan.
Di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, wisatawan akan menemukan tempat wisata alam terkenal yakni Dataran Tinggi Ijen, dengan Gunung Merapi dan Gunung Raung di dalam kawasannnya.
Karakter wilayah Banyuwangi beragam sehingga jenis wisata yang bisa dinikmati bervariasi juga, tergantung di wilayah mana wisatawan berada.
Di masa lalu Banyuwangi adalah area perkebunan Belanda. Sampai sekarang, wisatawan masih bisa mengunjungi sejumlah kebun-kebun peninggalan tersebut. Selain itu, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki dua kawasan lindung yakni Taman Nasional Alas Purwo di Semenanjung Blambangan dan Taman Nasional Meru Betiri di perbatasan antara Banyuwangi-Jember Selatan.
Tempat wisata lain yang juga pantang dilupakan yakni Pantai Sukamande yang terkenal sebagai kawasan penangkaran penyu dan Teluk Bali yang merupakan sentra penghasil ikan di wilayah Banyuwangi.
Banyuwangi beriklim tropis dengan kelembapan udara sekitar 79%. Di bulan Agustus, suhu udara Banyuwangi rata-rata berkisar 25,7 derajat Celsius, sementara itu pada Desember suhu udara rata-rata naik menjadi 28,6 derajat Celsius.
Keberadaan Kabupaten Banyuwangi tak lepas dari sejarah Pangeran Tawang Alun yang memimpin Kerajaan Blambangan. Pada masa kolonialisme Belanda, VOC menganggap Kerajaan Blambangan sebagai bagian dari wilayah kekuasaannya. Ini ditegaskan melalui keputusan Pakubuwono II yang menyerahkan seluruh kawasan di Jawa Timur kepada VOC.
Singkat cerita, terjadi peperangan antara Kerajaan Blambangan dan VOC. Akhirnya kerajaan tersebut runtuh, kemudian R Wiroguno diangkat sebagai Bupati Banyuwangi yang pertama.