Prasasti Batutulis terletak di kawasan seluas 17 meter x 15 meter. Lokasi ini dipercaya sebagai lokasi ibu kota Pajajaran. Prasasti Batutulis diperkirakan dibangun pada 1533 oleh Prabu Surawisesa untuk ayahnya, Prabu Siliwangi, yang adalah Raja Pajajaran. Prabu Surawisesa menyesal karena tidak mampu mempertahankan keutuhan wilayah Pakuan Pajajaran yang diamanatkan padanya. Ia kalah dalam perang dengan Kerajaan Cirebon.
Prabu Siliwangi memerintah pada 1482-1521. Ia dinobatkan sebagai Prabu Guru Dewana Prana lalu bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
Pada prasasti terukir kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda kuno. Selain terdapat prasasti, di Batutulis juga tersimpan benda peninggalan Kerajaan Sunda lainnya.