Museum Negeri Jambi berdiri di atas lahan seluas 13.350 meter persegi. Luas museum ini sekitar 4.000 meter persegi dan selesai dibangun pada pertengahan 1988. Bentuk bangunan mengadopsi arsitektur Kajang Loko yang merupakan ciri rumah tradisional Jambi.
Museum menyimpan beragam peninggalan sejarah yang berjumlah hampir 3.000 buah. Koleksi utama dan menjadi ikon museum adalah arca Avalokiteswara yang terbuat dari emas, medali emas persegi tujuh dari Turki, dan kalung emas.
Museum juga memiliki beberapa koleksi yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu biologika, geoligikam arkeoligika, etnografika, numismatika, heraldika, dan keramalogika. Yang termasuk geologika adalah fosil kayu, batu, mineral, dan benda bentukan alam lainnya. Sedangkan yang termasuk biologika adalah flora, fauna, dan fosil manusia.
Sementara itu, di bagian fiologika pengunjung akan menemukan naskah yang ditulis tangan dan menguraikan satu peristiwa, incong Kerinci yang ditulis di tanduk dan bambu, Al Quran, serta kitab Tassauf yang ditulis tangan. Ada pula koleksi keramik China kuno temuan penyelam di perairan sekitar Jambi dan Riau. Koleksi lain yang tak kalah menarik adalah mesin cetak uang, perahu lajur, dan busana adat.
Jam Buka: 08.00-12.00 dan 13.00-15.00 (Senin-Kamis), 07.15-11.00 (Jumat), tutup pada Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional.
Tiket Masuk: Rp750 (dewasa), Rp500 (anak), dan Rp1.000 (wisatawan mancanegara)