Johor Bahru yang terletak di ujung selatan Semenanjung Malaysia merupakan ibu kota Johor Darul Takzim. Johor Bahru didirikan pada tahun 1855 oleh mendiang Sultan Abu Bakar yang dikenal sebagai Bapak Johor Modern. Kota ini merupakan pusat perdagangan dan administrasi Johor Darul Takzim.
Kota yang terletak di Selat Johor ini juga merupakan kota paling selatan di daratan Eurasia. Johor Bahru yang kaya akan perpaduan berbagai budaya dan ini menawarkan turis untuk berkunjung ke situs bersejarah, atraksi budaya, dan kuliner tradisional juga berbagai aktivitas rekreasi.
Johor Bahru menarik turis dengan musik “Ghazal” yang ditampilkan di pesta pernikahan dan pertunjukan budaya, serta tarian “Kuda Kepang” yang bertemakan kisah pahlawan Islam. Penari menampilkan gerakan kuda diiringi musik orkes tradisional.
Daya tarik lain tempat ini adalah kedai makanan di malam hari. Kedai itu menawarkan berbagai makanan tradisional seperi Laksa Johor yaitu ikan dan kentang yang dimasak dengan santan dan disajikan dengan sayuran dan mie.
Di kota ini juga terdapat banyak tempat belanja mulai dari mal dan pusat perbelanjaan hingga pusat kerajinan, bazar, dan pasar. Produk bermerek dari London, Paris, atau New York maupun produk lokal dapat ditemukan Johor Bahru.
Johor Bahru memiliki berbagai daya tarik dan aktivitas seperti museum dan situs keagamaan seperti Masjid Sultan Abu Bakar. Johor Bahru yang bermakna "Permata Baru" telah menjadi tempat tujuan wisata yang populer.
Johor Bahru yang terletak dekat khatulistiwa beriklim hangat dan lembap sepanjang tahun. Johor Bahru hanya memiliki dua monsun timur laut yang lembap mulai Desember sampai Maret dan monsun barat daya yang kering mulai Juni sampai September.
Waktu yang tepat mengunjungi Johor Bahru adalah bulan April hingga Oktober. Lebih baik tidak datang pada bulan November dan Februari karena musim hujan.
Temperatur di Johor Bahru stabil sepanjang tahun. Temperatur rata-rata mulai dari 30⁰C hingga 22⁰C sepanjang tahun. Kelembapan cukup tinggi dan bisa mencapai 90%.
Karena Johor Bahru memilki iklim tropis lebih baik wisatawan membawa pakain berbahan katun dan antiair.
Meski April hingga Oktober adalah waktu yang tepat mengunjungi Johor Bahru, namun pada saat itu harga tiket dan tarif hotel sangat mahal. Untuk menghindari harga yang melambung, wisatawan dapat datang di musim sepi liburan. Namun musim sepi liburan kadang tidak tepat untuk jalan-jalan.