Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar Kota Malang? Dingin, Gunung Bromo, atau justru apel dan bakso? Apapun jawabannya, kota ini pantas masuk ke dalam daftar destinasi liburan lokal, bersanding dengan Lombok dan Manado.
Malang terletak sekitar 90 Km dari ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Kota ini merupakan kota terbesar setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar. Sebagian besar wilayah Malang berupa pengununang. Di bagian barat dan barat laut, te...
tentang Malang
Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar Kota Malang? Dingin, Gunung Bromo, atau justru apel dan bakso? Apapun jawabannya, kota ini pantas masuk ke dalam daftar destinasi liburan lokal, bersanding dengan Lombok dan Manado.
Malang terletak sekitar 90 Km dari ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Kota ini merupakan kota terbesar setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar. Sebagian besar wilayah Malang berupa pengununang. Di bagian barat dan barat laut, terdapat gunung tertinggi di Malang, yakni Gunung Arjuno dengan ketinggian 3339 m, dan Gunung Kawi. Di pegunungan ini terdapat mata air Sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Timur.
Di bagian timur, terdapat kompleks pegunungan yang kerap disambangi wisatawan dan menjadi salah satu daya tarik utama Kota Malang, yaitu Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya terdapat di Semeru yang memiliki ketinggian 3676 m. Gunung Semeru juga menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Karena berada di dataran tinggi, hawa di Kota Malang cenderung lebih sejuk dibandingkan dengan daerah di sekitarnya, sehingga cocok untuk ditanam beberapa jenis buah dan sayur. Di daerah utara dan timur, banyak digunakan sebagai perkebunan apel. Sedangkan di bagian barat, lahan difungsikan untuk menanam sayuran. Tak heran jika Malang menjadi salah satu daerah penghasil sayuran utama di Jawa Timur. Sdangkan di daerah selatan, banyak ditanami tebu, salak, semangka, dan di area ini juga terdapat banyak hutan jati.
Suhu udara berkisar antara 22 - 24,5 °C, dengan suhu minimum 17, 8 °C dan maksimum hingga 32,3 °C. Seperti daerah lain di Indonesia pada umumnya, Malang memiliki dua musim, kemarau dan ujan. Perkiraan hujan mengguyur kota ini dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari-April, dan cenderung berkurang ketika memasuki bulan Juni – November.
Secara administratif, Kota Malang terdiri atas lima kecamatan, yakni Kedungkandang, Sukun, Klojen, Blimbing, dan Lowokwaru. Jumlah penduduk kota malang hampir mencapai 850.000 jiwa dengan luas wilayah 110.06 Km˛.
Malang dikenal dengan gaya bicara yang unik, yakni kerap menyebutkan kata dengan cara terbalik, misalnya “saya” menjadi “ayas”. Gaya bahasa ini disebut Boso Walikan. Bagi yang tak terbiasa, tentu akan bingung saat mendengar percakapan yang hampir seluruh katanya dibuat terbalik.
Satu lagi yang unik dari kota Malang adalah kota ini memiliki banyak julukan. Salah satunya adalah Paris van East Java, karena udaranya yang sejuk sehingga kerap disandingkan dengan Bandung. Julukan lain adalah Kota Pendidikan Internasional, karena setidaknya ada lima univesitas negeri yang terdapat di kota ini, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, dan Politeknik Negeri Kesehatan Malang. Yang tak kalah khas adalah julukan Kota Apel, karena produksi apelnya yang melimpah.