|
Manado ialah kota terpadat di Sulawesi Utara. Kota pantai ini menghadap Laut Sulawesi, dengan garis pantai sepanjang 18,7 kilometer.
Daratan Manado yang ditumbuhi nyiur terselip di antara barisan pegunungan dalam kawasan seluas 157,26 km2. Sementara itu, perairan hangat dan jernih sekitar pulau-pulau di lepas pantai Manado, dikenal dengan nama Taman Laut Bunaken, merupakan tempat menyelam favorit.
Taman Laut Bunaken mampu menarik puluhan ribu turis ke Sulawesi Utara. Turis yang sebagian besar penyelam kelas dunia amat menyukai keindahan terumbu karang dan ikan eksotisnya. Faktanya, lebih dari 70% spesies ikan yang ada di Indo-Pasifik dapat ditemui di taman laut seluas 89.065 hektare ini.
Tujuh dari 8 spesies kerang raksasa yang ada di dunia bisa dilihat di Bunaken. Cagar biru ini juga memiliki sekitar 70 macam karang--bandingkan dengan Hawaii yang hanya memiliki 10 macam karang saja.
Walau tidak diketahui berapa persisnya jumlah spesies ikan di kawasan ini, namun bisa dipastikan keragamannya lebih tinggi daripada Filipina yang memiliki nyaris dua pertiga spesies asal Indo-Pasifik.
Selain potensi bahari, Manado juga menyimpan sejumlah objek wisata dengan daya tarik kultural dan historis. Wisatawan dapat menemukan banyak restoran bagus di pusat kota yang menyajikan kuliner khas Minahasa, seperti tinutuan (bubur Manado), cakalang rica, es kacang, mi cakalang, ikan tude, tinorangsak, pangi, dabu-dabu, woku, ayam leilem, klappertaart, atau pisang goreng sambal roa.
Manado beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 3.187 mm per tahun. Musim terkering berlangsung sekitar Agustus, sedangkan musim terbasah sekitar Januari.
|