Raja Ampat adalah kepulauan di barat laut kawasan Kepala Burung, Papua Barat, yang memiliki lebih dari 1.500 pulau kecil. Empat pulau utamanya yakni Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo.
Total luas wilayah perairan dan darat di Raja Ampat mencapai 40.000 km2, ini sudah mencakup wilayah taman nasional laut terbesar di Indonesia yakni Teluk Cendrawasih.
Keindahan bawah laut Raja Ampat sudah terkenal di kalangan penyelam profesional dunia. Mereka menobatkan kepulauan ini sebagai satu dari 10 situs penyelaman terbaik di dunia.
Berdasarkan penghitungan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap), Raja Ampat memang memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi. Ditemukan sedikitnya 1.104 jenis ikan, 699 jenis moluska, dan 537 jenis hewan karang.
Selain itu, Raja Ampat juga punya keragaman terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah. Potensi ini menarik sejumlah pengusaha ekowisata untuk mengembangkan akomodasi. Oleh pemerintah Indonesia, wilayah ini diusulkan pula sebagai Situs Warisan Duniakepada UNESCO.
Sekarang sudah banyak biro perjalanan menawarkan paket menyelam ke Raja Ampat, khususnya dengan menggunakan rumah kapal atau liveaboard. Rute dan tempat-tempat menyelam tergantung pada kondisi arus dan visibility (kejernihan air) saat trip berlangsung.
Puncak turis di Raja Ampat, khususnya yang menggunakan liveaboard, yakni antara pertengahan Oktober sampai pertengahan Desember. Antara Mei dan September, biasanya turun hujan sedikit dan mulai muncul gelombang di beberapa tempat.
Bulan Juli, Raja Ampat cenderung dilalui angin kencang dari selatan. Adapun, kawasan yang wajib disinggahi saat berlibur di Raja Ampat adalah kawasan utara.