|
Terletak
di Provinsi Jawa Tengah, kota Surakarta juga akrab disebut Solo atau
Sala. Jaraknya tidak jauh dari Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 60
kilometer. Awalnya, Solo dan Yogyakarta merupakan warisan wilayah
Kerajaan Mataram yang...
| tentang Surakarta |
Terletak
di Provinsi Jawa Tengah, kota Surakarta juga akrab disebut Solo atau
Sala. Jaraknya tidak jauh dari Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 60
kilometer. Awalnya, Solo dan Yogyakarta merupakan warisan wilayah
Kerajaan Mataram yang dipecah pada 1755.
Surakarta
memiliki dua keraton yaitu Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran
sebagai akibat dari perpecahan wilayah kerajaan. Meski begitu, dalam
struktur pemerintahan, Surakarta menginduk pada provinsi Jawa Tengah.
Corak
kehidupan masyarakat Surakarta didominasi budaya Jawa Islam. Sampai
sekarang, warga Surakarta rajin menyelenggarakan upacara terkait ada
istiadat, mulai dari Gerebeg sampai Malam Satu Suro.
Sisi
timur Surakarta dilewati oleh Sungai Bengawan Solo yang populer berkat
lagu keroncong ciptaan almarhum Gesang. Sungai ini merupakan sungai
terpanjang di Pulau Jawa, mencapai 548,53 kilometer dan melewati dua
propinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sungai ini melewati kota
Wonogiri, Blora, Sukoharjo, Klaten, Solo sampai kota-kota di Provinsi
Jawa Timur yaitu Ngawi, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan
berakhir di kota Gresik.
Iklim
di Surakarta tergolong tropis, sama seperti umumnya kota-kota lain di
Indonesia. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember – Februari.
Pada musim kemarau, cuaca kota Surakarta tergolong panas dengan sinar
matahari yang terik, rata-rata sampai 30 derajat celcius.
Pada
musim liburan sekolah, sekitar bulan Juni- Juli, Surakarta ialah salah
satu kota tujuan wisata sekolah-sekolah di pulau Jawa. Di luar
bulan-bulan itu, Surakarta merupakan kota yang tenang. Angka kunjungan
wisatawan ke Surakarta hanya 800 ribu pertahun dengan rata-rata lama
tinggal tidak lebih dari dua hari. Tahun 2011, pemerintah kota Surakarta
berupaya meningkatkan jumlah kunjungan dengan membuat agenda kebudayaan
tahunan yang lebih rapi.
|
|